Profesi Zona Pelangi (Bagian 1)

The Founder of BDS EDUCENTER

Budi Setiawan

Assalamualaikum.. Selamat pagi friends…
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips dan motivasi bagi kawan2 semua, khususnya bagi kawan2 yg saat ini memiliki profes/pekerjaan yang tergolong penuh dengan ketidakpastian dalam hal pendapatan…
Saya memberi judul tulisan saya ini “Profesi Zona Pelangi” – Bagian 1
———————————————————————
Bagi sebagian kawan-kawan kita yang berprofesi di luar Zona Pelangi, mungkin memiliki kecenderungan untuk memiliki penghasilan yang tetap (dapat dipastikan besaran perolehannya). Selain itu, mereka juga (pada umumnya) memperoleh berbagai jaminan seperti: Askes, Jamsostek, Pensiun, dll… Alhamdulillah jika kawan-kawan kita tersebut telah mendapatkan berbagai manfaat tersebut…
Lalu bagaimana dengan kita yang memiliki “Profesi Zona Pelangi” ?
——————————————————————————–
Kita harus dapat me-manage dengan baik, cash flow atau arus kas pada setiap bulan..
Profesi Zona Pelangi memang tidak dapat dipastikan kisaran pendapatan tiap bulannya… Bisa saja melampaui target, mencapai target, bahkan kurang dari Target…
—————————————————————————–
Bagaimana caranya?

1. Selalu DISIPLIN dalam hal pengeluaran biaya rutin bulanan
Misalkan untuk kebutuhan makan/minum dan primer lainnya adalah rata-rata Rp.50.000/hari… Maka alokasikan Rp.1,5 juta per bulan + 10% tak terduga = Rp.1,65 juta. Bersikaplah DISIPLIN… meskipun pendapatan Anda pada bulan ini sedang bagus, biasakan untuk tetap berperilaku sebagaimana biasa dalam hal pengeluaran rutin.

2. Sisihkan minimal 10 – 30% dari tiap penghasilan yang Anda peroleh untuk Saving
Tetapkan tujuan dari Saving tersebut, apakah untuk biaya anak masuk sekolah, kesehatan, keperluan Hari Raya, dll… Jangan gunakan uang Saving tersebut di luar tujuan yang sudah ditetapkan.. DISIPLIN-lah
Ingat, DISIPLIN adalah kata kuncinya…

3. Apabila Anda (terpaksa) harus berhutang yang sifatnya konsumtif… INGAT, jangan sampai cicilan per bulannya melebihi 40% dari penghasilan MINIMAL yang Anda raih per bulan… Namun jika hutang tersebut bersifat produktif, misal untuk peralatan/perlengkapan usaha, maka dapat diselaraskan dengan kelayakan dan potensi pengembangan usaha.
———————————————————–
Oke friends segitu dulu ya sharingnya… Insya Allah akan dilanjut ke bagian selanjutnya
Wassalamualaikum…
Thanks… Semangat-semangat…

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s